Esai & Renungan
Di luar naskah akademik dan dokumen kelembagaan, ada tulisan yang saya kerjakan lebih bebas — esai dan renungan tentang demokrasi, kebangsaan, dan apa yang sebenarnya dijaga oleh sebuah pemilu. Lahir dari pengalaman lima belas tahun di dalam lembaga, bukan teori yang diamati dari luar.
Naskah Terbaru · Neurosains Produktivitas
Di balik kebiasaan menunda ada perang neurokimia di antara dua sistem otak — dopamin yang menarik dan kortisol yang menahan. Sebuah protokol empat langkah untuk menaklukkannya, dan satu pembeda penting: menunda, atau sebenarnya ragu? Dilengkapi versi 6 slide ringkas dan dapat didengarkan.
Tulisan Lainnya
Esai · Kerja & Teknologi
Di tahun ketika apa pun bisa diproduksi dalam hitungan menit, yang langka bukan lagi kemampuan membuat, melainkan keberanian memutuskan apa yang tidak kita serahkan. Alat memberi draf; manusia memberi suara — dan tanda tangan. Dilengkapi versi 6 slide ringkas dan dapat didengarkan.
Baca →Esai · Riset & Cara Berpikir
Di zaman ketika jawaban begitu murah, keterampilan paling langka justru yang paling tua: tahu cara bertanya. Tiga jenis pertanyaan riset dan kerangka lima tahap agar riset tidak sia-sia — dari meja disertasi sampai ruang kelembagaan.
Baca →Panduan · Bisnis & AI
Setiap kali Anda meminta Claude menulis, sebenarnya Anda menyewa pekerja lepas dan menjelaskan ulang merek dari nol. Skill mengubahnya menjadi aset yang dibangun sekali lalu berbunga selamanya — dibaca lewat lensa Warren Buffett dan Naval Ravikant.
Baca →Panduan · Bisnis & AI
Empat fase, tiga puluh hari, satu aksi tiap hari yang dipetakan ke satu kemampuan Claude — dari niche dan audiens hingga tawaran yang sudah terjual sebelum dibuat. Dilengkapi versi 15 slide interaktif dan dapat didengarkan.
Baca →Renungan · Era AI
Ketika mesin bisa belajar lebih cepat, bekerja lebih rapi, dan keliru lebih jarang daripada kita — empat keahlian justru tetap menjadi milik manusia: agensi, selera, penilaian, dan generalisme mendalam.
Baca →Obituari · In Memoriam
Mengenang Kang Dahoz dan Bu Niknik — dua sahabat, dua keluarga besar KPU Jawa Barat, yang pergi dalam selang lima hari. Sebuah obituari yang berani menanyakan: berapa banyak lagi pengabdian yang harus dibayar dengan nyawa?
Baca →Editorial · Pengembangan Karier
Penilaian tentang apa yang patut dibangun, sistem untuk merawatnya, dan seni membaca medan — tiga disiplin yang jarang diajarkan, ditenun dari Naval Ravikant, James Clear, dan kearifan lama membaca situasi sebelum bergerak.
Baca →Esai · Demokrasi & Kebangsaan
Di tengah dunia yang retak oleh identitas dan kepentingan, lima sila yang kita warisi sejak 1945 menyimpan satu pelajaran tua yang masih kita perlukan: cara hidup bersama justru karena kita berbeda.
Baca →Esai Reflektif
Demokrasi tidak dimulai dari kesediaan kita untuk bicara, melainkan dari kesediaan kita untuk mendengar — sebuah sintesis lintas-zaman, dari Pericles dan Locke hingga Hatta dan Habibie.
Baca →Esai Reflektif
Apa yang sebenarnya hilang ketika sebuah bangsa berhenti ditanya melalui pemilihan umum. Sebuah renungan dari warung kopi, ruang konstitusi, dan rentang peradaban.
Baca →Antologi Masyarakat
Lima cerita warga biasa Jawa Barat, dibaca dalam cermin pemikiran Dewi Sartika, Otto Iskandardinata, Mohammad Hatta, Ajip Rosidi, dan Dedi Mulyadi.
Baca →Cerpen · Realisme Sosial
Karikatur tentang seorang buruh konveksi muda yang mencoblos di TPS pertamanya — cara demokrasi terasa di ujung jari seseorang yang baru pertama kali memilih.
Baca →Saya terbuka menjadi narasumber untuk forum akademik dan internal kelembagaan tentang demokrasi, tata kelola pemilu, dan kepemimpinan publik — atau berdiskusi tentang sebuah gagasan yang sedang Anda garap.
Mari ngobrol →